Taylor Swift - I Knew You Were Trouble

Kamis, 16 Januari 2014

Menjelajahi Gunung Fuji

Hari terakhir di Jepang, kami berniat ke Gunung Fuji. Belum lengkap rasanya jika ke Jepang tidak mengunjugi Gunung Fuji.
Gunung Fuji merupakan gunung yang tertinggi di Jepang yang dikelilingi oleh 5 danau (Kawaguchi, Yamanaka, Sai, Motosu, Shoji) dan hutan Aokigahara yang membalut kaki gunung Fuji. Semuanya kemudian menjadi bagian dari Taman Nasional Fuji-Hakone-Izu yang dilindungi oleh pemerintah Jepang.
Udara dingin dan berkabut menyelimuti Kota Tokyo di pagi ini, tapi tidak mengurangi niat kami untuk menjelajahi Gunung Fuji. Berangkat dari hotel pukul 08.00 menuju ke station Shinagawa dan kemudian naik JR Tokaido Shinkansen menuju ke Odawara station.
Setelah sampai di Odawara station kami membeli tiket two days Hakone Pass seharga 3900 yen. Jika dihitung-hitung membeli 2 days Hakone pass lebih murah daripada membeli tiket ketengan. Tiket ini dapat digunakan unlimited Odakyu termasuk bus, kereta, boats, cablecar dan ropeway di dalam Hakone area.
Kemudian dari Odawara kami naik kereta Odakyu Romancecar menuju ke Hakone-Yumoto.
Odakyu Romancecar
Di Hakone-Yumoto kami ingin berfoto-foto sambil menunggu kereta berangkat ke Gora alamaaakkk… Camera SLR kami tiba-tiba nggak mau menjepret :-(  :-( untungnya kami membawa cadangan pocket camera.
Kemudian dari Hakone-Yumoto kami naik Hakone Tozan Train menuju ke Gora (kurang lebih 1 jam). Setelah sampai Gora kami naik cable car menuju Sounzan.
Cable car dari Gorake Souzan
Jalan dari Gora menuju Sounzan mulai berkelok-kelok, menanjak dengan tingkat kecuraman sekitar 45 derajat sehingga cable car berjalan zig-zag.  Setelah sampai di Souzan kami naik ropeway ke Togendai. Selama kurang lebih 10 menit didalam ropeway,  kami dapat menikmati pemandangan yang begitu indah. Kami melihat hamparan pohon-pohon yang mulai berwarna kuning dan merah menjadikan kami tetap semangat menuju Gunung Fuji walaupun dingin menyelimuti tubuh.
Ropeway
Dalam perjalanan menuju Togendai kami turun di Owakudani untuk melihat kawah belerang dan melihat Gunung Fuji dari kejauhan. Owakudani ini merupakan salah satu tempat terbaik untuk melihat Gunung Fuji secara jelas. Sayangnya kabut menyelimuti sehingga Gunung Fuji tak tampak :-( :-(
Sayangnya Gunung Fuji berselimut kabut
Owakudani ini terkenal dengan makanan khasnya yaitu telur hitam Kuro-Tamango yang langsung direbus air mendidih alami berbau belerang. Telur hitam yang direbus dalam air belerang ini juga diyakini penduduk sekitar bisa memperpanjang usia. Ini mitos, silakan percaya atau tidak. Saya sendiri tidak mencoba telur hitam ini karena dilihat dari bentuknya kok tidak menarik ;-). Telur-telur hitam itu banyak dijual di toko-toko sekitar Owakudani yang juga menjual souvenir.

Setelah berfoto-foto kami naik ropeway lagi menuju ke Togendai. Dari atas ropeway terlihat hamparan pemandangan yang sangat indah, pohon-pohon berwarna-warni, hijau, kuning dan merah dan jika tidak kabut dari atas ropeway ini akan terlihat puncak Gunung Fuji yang berbalut salju dan permukaan Danau Ashi yang berwarna biru kristal.
Pemandangan Gunung Fuji dan Danau Ashi dari atas
Setelah sampai di Togendai, kami naik Hakone Sight Seeing Boat menyusuri Danau Ashi. Kapal ini dibentuk layaknya kapal bajak lauk jaman baheula.
Hakone sight seeing boat
Tujuan dari kapal ini ke Moto Hakone dan Hakonemachi. Selama kurang lebih 30 menit perjalanan dari Togendai ke Hakonemachi kami dapat melihat pemandangan indahnya Danau Ashi. Danau Ashi ini terbentuk dari dua ledakan besar Gunung Hakone yang membentuk kawah dan sekarang menjadi danau yang indah.
Lake Ashi
Setelah kapal merapat di Hakonemachi kami kembali ke Tokyo dengan naik bus Hakone Tozan Bus ke Hakome-Yumoto (kurang lebih 45 menit)
Melihat keindahan pemadangan di Jepang, jadi teringat akan keindahan yang dimiliki negeri sendiri. Jika kita bisa mengelola keindahan alam di Indonesia dengan baik, tak kalah menariknya dengan Jepang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar